Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Meskipun dapat disembuhkan, masih banyak masyarakat yang terlambat memeriksakan diri karena kurang memahami gejala dan cara penularannya.
Dengan mengenali gejala sejak dini, menjalani pengobatan secara teratur, dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, penyebaran TBC dapat dikendalikan dan angka kesembuhan dapat meningkat.
TBC menular melalui udara ketika penderita TBC paru yang aktif batuk, bersin, berbicara, atau meludah.
Percikan dahak yang mengandung bakteri dapat terhirup oleh orang lain dan menyebabkan infeksi.
Penularan lebih mudah terjadi pada:
â Berjabat tangan.
â Berbagi makanan.
â Berbagi pakaian.
â Sentuhan biasa.
â Gigitan nyamuk.
Karena itu, masyarakat tidak perlu mengucilkan penderita TBC.
Gejala utama TBC yang paling sering ditemukan adalah:
Batuk yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih perlu diwaspadai sebagai gejala TBC.
Batuk dapat berupa:
Penderita TBC sering mengalami:
Keringat berlebihan pada malam hari tanpa aktivitas berat menjadi salah satu tanda yang sering ditemukan.
Penderita biasanya mengalami:
Aktivitas ringan sering membuat penderita merasa:
Jika infeksi sudah cukup berat, penderita dapat mengalami:
Risiko TBC lebih tinggi pada:
Segera periksakan diri ke Puskesmas apabila mengalami:
â Batuk selama 2 minggu atau lebih.
â Demam yang tidak kunjung sembuh.
â Berat badan turun tanpa sebab.
â Berkeringat malam hari.
â Batuk berdarah.
Pemeriksaan lebih awal dapat mempercepat diagnosis dan pengobatan.
Petugas kesehatan dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
Pemeriksaan dahak digunakan untuk mendeteksi keberadaan bakteri TBC.
Dilakukan untuk melihat kondisi paru-paru.
Dilakukan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Ya, TBC dapat disembuhkan.
Kunci keberhasilan pengobatan adalah:
â Minum obat secara teratur.
â Tidak putus obat.
â Kontrol sesuai jadwal.
â Mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Sebagian besar penderita TBC dapat sembuh total apabila menjalani pengobatan dengan disiplin.
Pengobatan TBC menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
Umumnya berlangsung minimal selama 6 bulan dengan dua tahap:
Dilakukan pada awal pengobatan untuk membunuh sebagian besar bakteri TBC.
Dilakukan untuk memastikan seluruh bakteri benar-benar hilang dan mencegah kekambuhan.
Banyak penderita merasa sehat setelah beberapa bulan dan menghentikan pengobatan sendiri.
Hal ini sangat berbahaya karena:
Oleh karena itu, pengobatan harus diselesaikan sampai dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan.
Gunakan:
Buang tisu ke tempat sampah tertutup setelah digunakan.
Penderita TBC dianjurkan menggunakan masker terutama saat berada di sekitar orang lain.
Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi risiko penularan.
Pastikan rumah mendapatkan:
Dahak penderita TBC dapat mengandung bakteri yang menularkan penyakit.
Gunakan wadah khusus atau buang dahak sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Lakukan:
Imunisasi BCG membantu melindungi bayi dari bentuk TBC berat yang berbahaya.
Pastikan bayi mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini