Musim hujan sering kali membawa berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini masih menjadi ancaman serius di Indonesia karena dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Genangan air yang muncul saat musim hujan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk yang membawa virus dengue penyebab DBD. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali gejala DBD dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Saat musim hujan, banyak genangan air yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak.
Beberapa lokasi yang sering menjadi sarang nyamuk antara lain:
Dalam waktu sekitar satu minggu, telur nyamuk dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa yang siap menyebarkan virus dengue.
Gejala DBD biasanya muncul 4-10 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue.
Gejala utama DBD adalah demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.
Ciri-cirinya:
Penderita sering mengeluhkan:
DBD sering disebut sebagai "breakbone fever" karena menyebabkan:
Beberapa penderita mengalami:
Bintik merah dapat muncul akibat perdarahan di bawah kulit.
Ciri-cirinya:
Penderita biasanya merasa:
Segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda berikut:
ð¨ Nyeri perut hebat.
ð¨ Muntah terus-menerus.
ð¨ Mimisan atau gusi berdarah.
ð¨ Muntah darah atau BAB berwarna hitam.
ð¨ Tangan dan kaki terasa dingin.
ð¨ Gelisah atau mengantuk terus.
ð¨ Sulit minum atau makan.
ð¨ Sesak napas.
Jika mengalami gejala yang mengarah ke DBD:
Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan diagnosis dan memantau kondisi pasien.
Cairan yang cukup membantu mencegah dehidrasi akibat demam tinggi.
Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi.
Perhatikan suhu tubuh, jumlah cairan yang diminum, serta munculnya tanda bahaya.
Hindari penggunaan obat yang dapat meningkatkan risiko perdarahan tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini